WHS 2012

Pidato Steering Committee World Hindu Summit 2012

Yang saya sucikan para pendeta

Yang saya hormati seluruh delegasi

Hadiri yang saya muliakan

Om Swastyastu

Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadapan Ida Sanghyang Widi Wasa,  hanya karena asung kerta wara nugraha-Nya kita dapat menghadiri World Hindu Summit ini.

Pertama-tama saya menyampaikan selamat datang di Pulau Bali, pulau Dewata kepada seluruh  delegasi, untuk menghadiri World Hindu Summit. Pulau Bali mempunyai kedudukan yang istimewa karena merupakan “enclave” dengan penduduk Hindu mayoritas, di tengah-tengah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Sejarah Agama Hindu di Bali merupakan sejarah yang panjang, sejak masuknya Hindu di Jawa pada abad ke-6 atau ke-7, yang kemudian mencapai puncak kejayaannya pada jaman Kerajaan Majapahit, pada abad ke-12 dan 13. Kerajaan Majapahit runtuh karena dikalahkan oleh Islam, sebagian besar penganut Hindu yang setia pindah ke Bali, kemudian dapat bertahan sampai sekarang di tengah-tengah mayoritas Islam. Agama Hindu telah menjadi akar dan roh dari Budaya Bali yang mewarnai seluruh kehidupan orang Bali. Agama Hindu di Bali mengalami sinkretisasi dengan peradaban asli Bali, agama Hindu berhasil mewarnai keseluruhan hidup orang Bali, sehingga agama Hindu tidak dapat dipisahkan dari budaya dan kehidupan orang Bali. Agama Hindu di Bali mampu menghadapi pengaruh luar yang sangat deras, seperti Islam, penjajahan Belanda dengan usaha Kristenisasi, serta pengaruh modernisasi dan globalisasi saat ini. Keunikan agama Hindu di Bali membawa kehidupan yang harmoni. Dari sini kita harapkan terbitlah atmosfir harmoni, love and non-violence

Para hadirin yang saya muliakan, dalam spirit dan taksu Bali yang demikian itulah, kami mengharapkan bahwa World Hindu Summit 2012 ini akan dapat mencapai tujuannya yang pertama adalah untuk mempertemukan pemimpin Hindu dari seluruh dunia untuk saling bertukar pikiran dan membicarakan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh umat Hindu, baik persoalan yang datang akibat ancaman dari luar, atau pun ancaman dari dalam, serta tantangan dari modernisasi dan globalisasi terhadap Hindu. Dari atmsofir Bali yang sejuk ini kami mengharapkan strategi perjuangan yang lebih mengetengahkan harmoni, acceptance, and Dharma. Dalam hubungan ini, Panitia telah menyiapkan draft  Bali Charter sebagai momentum untuk memulai perjuangan Hindu dari Bali.

BALI CHARTER

TODAY WE MAY SAY ALOUD BEFORE THE FAST CHANGING WORLD THAT WE ARE MASTERS OF OUR FATE. WE ARE STILL CAPTAIN OF OUR SOUL.

WE MAY DECLARE TO STRENGTHEN THE WORLD HINDU COOPERATION TO PROMOTE THE DHARMA VALUES (SATYAM – TRUTH, SIVAM – WISDOM, SUNDHARAM – BEAUTY) SHAL PREVAIL AND THAT ACCEPTANCE IS THE BASIC PRINCIPLE OF OUR RELATIONSHIP EITHER IS WITH OUR BROTHERS OR WITH OUR BROTHERS IN DIFFERENT FAITHS.

THIS BALI CHARTER IS REMINDER TO ALL OF US THAT TOLERANCE AND HARMONY MUST STILL BE AND ALWAYS BE THE BASIC PRINCIPLE OF OUR RELATIONSHIP.

Based on this Bali Charter and the Ancient Balinese Wisdom Tri Hita Karana in applying the universal truth of Sanatana Dharma into balanced and harmonious life, we herewith established “Bali Road Map” as a guiding principles in making programs for more civilized, harmonious, and peace on this Mother Earth.

Main theme of the Bali Road Map consist of :

  1. Spiritual and Values-based Civilization Life

To encourage and reinforce that spirituality and human values become the basic of character and human behavior in building  a new cicilization.

  1. Humanity and Wealth Development

To encourage and reinforce the universal values of “Tri Hita Karana” serve as basis for building culture, economic practices, and human prosperity.

  1. Environmental and Sustainable Development

To encourage and reinforce the universal values of “Tri Hita Karana” serve as basis for saving the Mother Earth through develop simultaneous movements and implement sustainable environtment care programs.

Berdasarkan Bali Road map ini kita dapat menyusun berbagai program untuk mencapai goal yang kita tetapkan secara bertahap. To foster Educational, Cultural, Social and Spiritual affinities among the Hindus. Kami mengharapkan seluruh delegasi dan para pakar dapat mendiskusikan sehingga kita semua pada akhirnya mencapai kesepakatan tentang Bali Charter ini.

Hadirin yang saya muliakan,

Tujuan kedua dari World Hindu Summit 2012 ini adalah dalam bidang organisasi.

Di dunia telah berdiri berbagai organisasi Hindu, World Hindu Federation yang berpusat di Nepal, Vishva Hindu Parishad (World Hindu Council) yang berpusat di India, Global Hindu Congress, serta berbagai Organisasi Khusus (Ekonomi, Pendidikan, dll).  While there are many Hindu Organization, they tend to work insularly. Hindu has a limited voice in goverment and intergoverment organization. Keadaan ini bertambah buruk karena tidak aktifnya World Hindu Federation akibat perubahan politik di Nepal.

Kesadaran akan perlunya oragnisasi Hindu yang berbasis lebih luas yang mensinergikan berbagai organisasi Hindu yang ada dirasakan sangat diperlukan. Juga berdasarkan kontak dengan ofisial World Hindu Federation (Vice President) bahwa organisasi ini tidak aktif lagi, dipersilahkan untuk membentuk organisasi, apakah oragnisasi yang akan melanjutkan spirit dari WHF, ataukah suatu organisasi baru.

Kami mengharapkan para delegasi dapat membicarakan dengan baik tentang organisasi yang akan dibentuk. Kami, dari Bali, mengusulkan pembentukan organisasi baru yang menghimpun semua organisasi Hindu yang berbasis negara serta organisasi lainnya dalam suatu bentuk konfederasi.  Dalam diskusi-diskusi selanjutnya supaya dibicarakan tentang:

  1. Konsep dasar dari organisasi yang akan didirikan
  2. Persiapan – persiapan yang diperlukan, antara lain Panitia Persiapan (Preparing Committee atau Executive Committee). Panitia ini berkewajiban untuk menetapkan persiapan yang diperlukan, serta jadwal waktunya. Kami mengusulkan Panitia diberi waktu 1 tahun, kemudian dalam pertemuan berikutnya Organisasi ini dapat disahkan. Bali siap melaksanakan pertemuan tersebut dan siap pula menjadi Sekretariat Organisasi baru ini.
  3. Nama organisasi yang dibentuk apakah World Hindu Confederation, ataukah nama lainnya.

Kami mengharapkan para delegasi akan membicarakan hal ini pada kesempatan para delegasi untuk berbicara dalam sesi berikutnya. Kita berdikusi dalam semangat mencapai harmoni, memperkuat kemampuan organisasi umat Hindu, bagi kepentingan umat Hindu di seluruh dunia. Semoga “taksu” Bali akan menuntun semua delegasi untuk mencapai konsensus pokok sebagai tujuan dari Summit ini.

Para hadirin yang saya muliakan demikian kami sampaikan, semoga pikiran yang baik berdatangan dari segala arah.

Kami akhiri dengan parama santi

Om Santi, Santi, Santi, Om.

 

Ketua Steering Committee WHS 2012

ttd

Prof. Dr. dr.  I Made Bakta, Sp.PD (KHOM)

 

BALI JADI PUSAT HINDU DUNIA, ANTARA TANTANGAN DAN HARAPAN (1)

Oleh : Dr. Ketut Arnaya, SE, MM  *)

Bali, merupakan pulau yang sudah sangat terkenal di dunia, bahkan  di mata masyarakat pariwisata dunia, Bali lebih terkenal dibandingkan Indonesia. Popularitas Bali itu sudah  mengantarkan Bali menjadi “icon” untuk pengembangan pariwisata Indonesia. Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu mengembangkan pariswisata berbasis budaya Bali bernafaskan Hindu. Terkenalnya Bali dalam dunia pariwisata internasional, karena masyarakat Hindu di Bali berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Agama Hindu yang ajarannya bersumber pada kitab suci “Weda” yang memiliki nilai – nilai luhur bersifat universal, antara lain : Kebenaran (Sathya), Kebajikan (Dharma), Kedamaian (Shanti), Cinta Kasih (Prema) dan Tanpa Kekerasan (Ahimsa). Di samping itu, ajaran mengenai Vasudewa Kutumbakham (kita semua bersaudara), Tat Twam Asi (engkau adalah Aku), Hukum Karma, Trikaya Parisuda, Tri Hita Karana dan lainnya sangat memberikan vibrasi kepada Bali sebagai pulau yang memberikan daya tarik tersendiri sebagai pulau penuh energi spiritual.

Munculnya rintisan persiapan, ide, gagasan maupun wacana untuk menjadikan Bali sabagai Pusat Hindu Dunia (World Hindu Center/WHC), tentu merupakan ide yang sangat positif sebagai terobosan baru untuk menunjukkan eksistensi Hindu di mata dunia, yang umatnya terbesar (?) di dunia. Pelaksanaan World Hindu Summit di Bali, 9 – 12 Juni 2012 telah menghasilkan “Bali Charter” (Piagam Bali) dengan beberapa butir kesepakatan dan keputusan, antara lain : Perlunya mendirikan World Hindu Parisad dan World Hindu Center di Bali, untuk memenuhi rencana mendirikan  sebuah organisasi orang-orang Hindu, mengkoordinasikan kegiatan dan menyebarluaskan Hindu Dharma secara global. Organisasi yang bernafaskan Hindu, seperti “World Hindu Parisad” (WHP) dan “World Hindu Center” (WHC) juga akan mengembangkan aktivitasnya menyatukan kegiatan spiritual dan seva (pelayanan tanpa pamrih) masyarakat Hindu secara global, serta mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan yang diuraikan dalam sastra suci Hindu dan dalam budaya Hindu, yaitu Sathyam (Kebenaran), Sivam (kebijaksanaan) dan Sundaram (kemudrnian) secara universal. Continue reading

Registrasi Online

online

Kategori Berita

Photo Gallery

Swami-Sai-Ravichandran sudikerta-2 Konser-amal-2-800x500 Ida-Pedanda-Putra-Telabah Ida-Sri-Bhagawan-Satyananda-Saraswati Ida-Pedanda-Sebali-T.Arimbawa

Komentar

Selamat Datang di Website World Hindu Parisad