Sambutan Presiden RI

Pidato Presiden

Denpasar, Bali, Minggu, 10 Juni 2012

Sambutan pada Peresmian Pesta Kesenian Bali XXXIV Tahun 2012 dan Pendeklarasian World Hindu Summit 2012

 

TRANSKRIP
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PERESMIAN PEMBUKAAN
PESTA KESENIAN BALI XXXIV TAHUN 2012 DAN
PENDEKLARASIAN
WORLD HINDU SUMMIT 2012
DENPASAR, 10 JUNI 2012

Bismillahirrahmanirrahim,
Om Swastiastu,

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,
Yang saya muliakan para Kepala Perwakilan Negara-negara Sahabat,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Bali beserta para Pejabat Negara dan Pejabat Pemerintahan yang bertugas di Bali,
Yang saya muliakan para Peserta World Hindu Summit 2012 yang datang dari berbagai negara,
Yang saya cintai para Seniman dan Budayawan,

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Malam ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, kita dapat kembali menghadiri Pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-34, yang menjadi pesta budaya tahunan masyarakat Bali. Pesta Kesenian Bali kali ini dirangkaikan dengan Pendeklarasian World Hindu Summit, yang kita pusatkan di Taman Budaya Denpasar, Bali.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat mengikuti Pesta Kesenian Bali kepada para peserta, baik yang datang dari pelosok Bali maupun dari seluruh tanah air dan mancanegara.

Kepada para wisatawan yang datang dari berbagai negara, saya ucapkan selamat menikmati Pulau Dewata yang indah memesona, sekaligus menghadiri pesta tahunan yang menarik, khas, dan unik, yang hanya digelar setahun sekali di Pulau Dewata ini.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
”Paras Paros; Dinamika dalam Kebersamaan” yang menjadi tema besar Pesta Kesenian Bali tahun ini, memiliki makna yang amat dalam. Dinamika dan kebersamaan menjadi dua kata kunci yang dapat mendorong terciptanya ide-ide kreatif. Tema ini dapat menyegarkan identitas, memekarkan daya cipta, dan memelihara etik dan estetika dalam penggarapan karya seni.

Tema ini juga memberi inspirasi untuk memperkokoh persatuan, rasa kebersamaan, dan toleransi, yang relevan dengan upaya kita bersama untuk membangun tatanan kehidupan yang lebih beradab. Tatanan kehidupan yang berlandaskan pada kedamaian, persaudaraan, dan kerukunan, baik antar kelompok masyarakat, maupun di antara bangsa-bangsa.

Saudara-saudara,
Dalam sebulan ke depan, kita akan menyaksikan hampir seluruh jenis kesenian dan budaya Bali, baik yang ditampilkan melalui pawai budaya yang meriah, pameran karya seni yang menarik, pagelaran seni yang kaya warna, maupun sarasehan yang mencerahkan dan mencerdaskan.

Rangkaian Pesta Kesenian Bali, juga merupakan sarana untuk membangun budaya kebangsaan yang sangat penting dalam menyikapi tantangan peradaban dewasa ini.

Pesta Kesenian Bali dapat menjadi benteng untuk mengokohkan falsafah, tata nilai, dan kreativitas seni yang tetap berpijak kuat pada akar tradisi. Akar tradisi yang terbangun dari kehalusan budi dan tata nilai masyarakat Bali yang religius.

Sering saya katakan, Pesta Kesenian Bali merupakan wahana unjuk kreativitas, serta inovasi dari para seniman Bali, untuk diketengahkan tidak hanya kepada masyakat Bali, tetapi juga masyarakat dunia. Pesta Kesenian Bali diharapkan menjadi jendela informasi, jembatan komunikasi antarbudaya, sekaligus hubungan diplomasi budaya antarnegara.

Dalam kaitan dengan upaya makin mengenalkan kekayaan budaya Bali pada dunia, kita semua patut berbangga. Saat ini Budaya Subak yang merupakan manifestasi dari filosofi masyarakat Bali Tri Hita Karana–hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan, telah direkomendasikan untuk masuk dalam daftar Warisan Dunia, World Heritage List.

Insya Allah pengukuhan Budaya Subak sebagai salah satu Landscape Budaya Dunia, akan dilaksanakan pada akhir bulan Juni mendatang, dalam sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-36 di Saint Petersburg, Rusia. Sebagaimana keberhasilan kita di masa lalu, kita berharap perjuangan kita untuk ini juga akan berhasil.

Hadirin yang saya muliakan,
Bersamaan dengan Pesta Kesenian Bali kali ini, saya menyambut baik pendeklarasian World Hindu Summit 2012, yang baru digelar pertama kali di Pulau Dewata ini. World Hindu Summit dapat menjadi jembatan komunikasi yang intensif, di antara organisasi Hindu sedunia, serta tokoh-tokoh agama Hindu dari berbagai belahan bumi.

“Harmony for the World”, yang menjadi tema utama dalam World Hindu Summit 2012, sungguh mencerminkan komitmen dan dedikasi yang luhur dari komunitas Hindu internasional. Komunitas Hindu internasional dapat menjadi perekat dalam menjalin hubungan antarumat Hindu sedunia maupun hubungan dengan umat agama lain, dengan mengedepankan prinsip keharmonisan, kedamaian, dan kesejahteraan umat manusia. Sebuah langkah dari Pulau Dewata yang indah ini, yang diharapkan dapat memancarkan getaran kedamaian dan toleransi ke seluruh penjuru dunia.

Pada pertemuan ini, umat Hindu sedunia akan menyusun sebuah pernyataan bersama, untuk mengedepankan semangat toleransi, baik antarumat Hindu maupun dengan umat lainnya, guna mewujudkan kedamaian dunia. Semangat yang mengalir dari nilai-nilai kebenaran, kesucian, dan keindahan, yang diaktualisasikan dalam hubungan yang harmonis antar sesama umat manusia di seluruh dunia. Sebuah sumbangan nyata bagi perdamaian dunia yang patut kita apresiasi bersama.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kepada seluruh peserta Pesta Kesenian Bali, untuk menjadikan pesta ini sebagai ikon budaya bertaraf internasional. Mari kita jadikan Pesta Kesenian Bali sebagai wahana untuk memajukan persahabatan antarbangsa, serta membangun kebersamaan bagi terwujudnya dunia yang damai, yang adil, dan yang sejahtera.

Kita berprihatin dan sedih, di banyak belahan bumi, saat ini tragedi kemanusiaan dan kekerasan masih terjadi. Oleh karena itu, dari Pulau Dewata ini, Indonesia mengajak dan menyerukan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia untuk kembali ke cara damai dalam menyelesaikan konflik apa pun. Merajut perdamaian yang hakiki bukan hanya kesempatan, tetapi juga pilihan yang harus kita jalankan secara bersama.

Kepada seluruh Peserta World Hindu Summit 2012, saya harapkan dapat menjalin komunikasi di antara sesama umat Hindu dari seluruh dunia. Saya juga berharap World Hindu Summit yang digelar di Bali ini membawa makna yang dalam, bagi penerapan nilai-nilai universal Kitab Suci Weda, agar dapat dikontribusikan bagi toleransi dan harmoni antarumat manusia.

Akhirnya, dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, Pesta Kesenian Bali ke-34 tahun 2012, dengan ini saya nyatakan dengan resmi dimulai. Dan dengan semangat kebersamaan dan harmoni antarumat Hindu di seluruh dunia, dari Pulau Dewata yang indah ini, saya deklarasikan World Hindu Summit 2012.

Terima kasih.
Om Shanti Shanti Shanti Om.

Registrasi Online

online

Kategori Berita

Photo Gallery

Hellen-n-Mantik Hindu-Milionaire-1 sudikerta-2 IB-Putu-Sukarta Swami-Sai-Ravichandran Workshop-AS-6

Komentar

Selamat Datang di Website World Hindu Parisad